Langsung ke konten utama

Perbedaan Minimarket, Supermarket, dan Hypermarket

Perbedaan Minimarket, Supermarket, dan Hypermarket



Stok Beras di Minimarket Seret
Minimarket. Foto: Aulia Damayanti/detikcom


1. Minimarket

Minimarket merupakan gerai retail yang paling banyak ditemukan. Pasalnya, minimarket lazim menjadi pilihan pertama saat seseorang mencari kebutuhan rumah yang mendesak.

Perbedaan paling dasar adalah kemudahan minimarket diakses masyarakat. Yang paling dasar membedakannya dengan yang lain, minimarket sangat mudah untuk dijangkau.

Dengan gerai seluas 100-200 m², minimarket umumnya berlokasi di pemukiman padat atau dekat jalan raya. Selain itu, jumlah item yang dijual kurang dari 5.000 item dan memiliki maksimal dua orang kasir.

Pada dasarnya, minimarket menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari dalam jenis dan jumlah terbatas. Biasanya pembeli berkunjung 2-4 kali setiap minggunya dengan nilai transaksi kurang dari Rp. 35 ribu.

Belakangan ini, minimarket mulai mengupgrade jam operasionalnya menjadi 24 jam. Ini untuk membantu masyarakat apabila terdapat kebutuhan mendadak di tengah malam.

Contoh minimarket yang biasa kita temukan seperti Indomaret, Alfamart, dan sejenisnya. Selain jaringan yang sudah sangat terkenal ini, ada juga minimarket lokal yang dikelola masyarakat.

2. Supermarket

Umumnya, supermarket memiliki luas 750-3.000 m². Sesuai namanya, di sini menyediakan beragam produk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari makanan segar, siap saji, hingga yang bukan untuk dikonsumsi.

Selain itu,barang-barang yang dijual sekitar 5.000-25.000 item dan jumlah transaksi per konsumennya adalah Rp. 35 ribu atau Rp. 75 ribu. Selanjutnya, konsumen berbelanja 2-3 kali sebulan ke tempat ini.

Jumlah kasir yang disediakan minimal sekitar 3-20 org. Jika dibandingkan dengan minimarket, supermarket lebih banyak memiliki mesin pendingin untuk kebutuhan produk dan kenyamanan pengunjung.

Lazimnya, supermarket dikunjungi pelanggan untuk belanja mingguan atau kebutuhan mendesak dalam ukuran besar. Supermarket yang biasa kita jumpai seperti Superindo, Giant Express, ataupun Foodhall.

3. Hypermarket

Sesuai namanya, hypermarket merupakan swalayan yang paling besar jika dibandingkan dengan minimarket ataupun supermarket. Hypermarket merupakan kombinasi antara supermarket dan toko umum.

Total item yang dijual sekitar 25-50.000 dan berada di area seluas 5.000-12.000 m². Selain itu, hypermarket menawarkan pilihan item non-food yang lebih banyak, termasuk produk kesehatan dan kecantikan.

Walaupun tidak hanya menjual makanan, namun mayoritas produk yang dijual disini tetaplah bahan maupun makanan siap saji. Selebihnya adalah produk elektronik, kebutuhan rumah tangga, pakaian dan lain-lain.

Format hypermarket kini menjadi primadona bagi peritel pasar modern. Hypermarket dapat dengan cepat memberi kontribusi terbesar bagi pendapatan peritel sebuah grup ritel modern.

Konsumen biasanya berbelanja ke tempat ini untuk kebutuhan bulanan atau satu kali dalam sebulan, dengan rata-rata transaksi lebih dari Rp.100 ribu yang dilayani oleh sekitar 25-50 kasir per gerainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikan Bilih

  Bila berkunjung ke Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, tidak lah lengkap rasanya kalau belum menikmati ikan bilih. Ikan bilih paling dicari masyarakat ketika mengunjungi Danau Singkarak, karena terasa gurih bila telah dimasak. Ikan bilih juga bisa dapat dikeringkan dan diasinkan sehingga awet untuk waktu yang lama. Ikan bilih merupakan ikan endemik yang hanya ditemukan dan menjadi populasi ikan yang terbesar di Danau Singkarak. Ikan dengan nama latin   Mystacoleuseus padangensis   memiliki ukuran sedikit lebih besar dari ikan teri, berbentuk lonjong dan pipih dengan panjang 6-12 centimeter. Karena endemik Danau Singkarak, ikan bilih ini lumayan mahal dengan kisaran harga Rp60-70 ribu/liter. Bila telah dimasak, harga ikan bilih menjadi Rp250-280 ribu/kilogram.  Dengan harga yang menarik, ikan bilih menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar danau. Bahkan, ikan itu sempat menjadi komoditas ekspor dan dijual ke luar negeri. Tetapi, sebentar lagi ...

Conten Management System

  CMS atau Content Management System merupakan sebuah sistem atau aplikasi yang digunakan untuk mengelola, menyimpan, dan mengatur konten digital seperti teks, gambar, video, dan audio. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk membuat, mengedit, dan mengelola konten tanpa harus memiliki pengetahuan teknis yang mendalam tentang pemrograman web. Secara umum, CMS dapat digunakan untuk mengelola konten dari berbagai jenis situs web, seperti blog, situs e-commerce, portal berita, dan lain-lain. Tidak hanya itu, CMS juga dapat digunakan untuk mengelola konten dari berbagai perangkat, seperti desktop, laptop, tablet, dan smartphone. Apa Saja Fitur-Fitur CMS? Pixabay Setelah mengetahui tentang apa itu CMS, supaya pembahasan ini semakin lengkap, maka tak lupa juga membahas tentang fitur-fitur CMS. Berikut ini beberapa fitur CMS yang perlu kamu ketahui. 1. Plugin Plugin adalah perangkat lunak tambahan yang dapat diinstal pada CMS untuk menambah fitur dan fungsionalitas dari sebuah situs web. B...